Jumat, 13 Mei 2011

Sejarah Ekstasi


Awal mula sejarah ekstasi ? 

Mula-mula ekstasi ini ditemukan oleh Dokter Jerman pada waktu perang dunia kedua. Tujuannya supaya serdadu-serdadu Jerman kuat, melek terus, dan agresif. Maka dalam ransumnya dibekali zat kimia bernama ekstasi. Efeknya jadi kacau balau, urat sarafnya terganggu, jadi ngaco. Mengingat hal itu, maka pada tahun 1947 penggunaan ekstasi oleh Konvensi Jenewa dilarang.
Zat ini pun tidak boleh digunakan dalam pengobatan. Setelah sekian lama, muncul lagi bentuk penyalahgunaan. Orang memakai hanya untuk bergembira ria, dan memacu semangat biar tidak tidur. Biasanya pemakainya orang-orang yang terjun di kehidupan malam tidak bisa lepas dari hal itu 

Apakah media telah berperan untuk menginformasikan narkoba ? 

Media telah memberitkan, namun harus diekspose lebih pada efek negatif dari ekstasi. Efeknya harus dijelaskan. Pada  awalnya orang hanya iseng …… Mula-mula dari pergaulan dengan mencoba sedikit demi sedikit. Kita harus sosialisasikan bahwa ekstasi dan shabu-shabu itu haram. Penegasannya ada pada dalil Al-Quran di surat Al-Maidah ayat 90-91 yang menjelaskan larangan judi, meramal-ramal nasib dan minuman keras, berikut keterangan Hadits yang menyatakan semua bahan yang melemahkan, mengganggu akal sehat dan memabukan dilarang. Hadits ini jika dispesifikan mengarah kepada ganja, ekstasi, kokain dan yang lainnya. Namun ironisnya, undang-undang terkait minuman keras tidak ada. Sejak tahun 1985 diajukan sampai sekarang tidak ada ujung pangkalnya. Itu urusan politis. Sekarang kecenderungannya jika seseorang sulit untuk mendapatkan ekstasi, maka larinya ke minuman keras. Malah dipropagandakan dalam iklan dan tayangan sinetron-sinetron. Jika dihitung tentang bahaya, sebenarnya alkohol lebih berbahaya. Pasalnya, orang yang mabuk akan langsung melakukan motif kejahatannya, sedangkan orang yang memakai nakoba biasanya untuk kepentingan pribadinya.
Hanya saja narkoba akan menyulitkan pihak keluarganya. Menurut statistik, warga Amerika yang meninggal di jalan raya akibat mabuk lebih banyak daripada jumlah serdadu Amerika yang tewas di medan perang. Orang Barat saja menyimpulkan perbuatan tersebut lebih banyak mudaratnya daripada segi manfaatnya. Padahal mereka bukan muslim. Dalam keterangan statistik lainnya dijelaskan keuntungan yang diraup bandar narkoba mencapai tujuh kali lipat dari keuntungan pemerintah. 

Kombinasi Home Formula (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar