Selasa, 14 Februari 2012

Narkoba berujung kematian hati,fisik,mental dan rohani

Narkotika dan zat adiktif  lainnya seperti shabu-shabu dan inex, semuanya mempunyai konsekuensi yang mengarah pada kematian langsung maupun tidak langsung. Narkoba apapun jenisnya, umumnya memiliki kesamaan yaitu merangsang sekresi/pengeluaran hormon yang menimbulkan  perasaan bahagia yang semu. Hormon bahagia (dopamine, serotonin, endorfin dll) secara umum terlepas secara alamiah sesuai dengan situasi yang dipersepsikan. Dalam pemakaian narkoba, hormon tersebut dipaksa keluar melalui persenyawaan kimiawi atau neurotransmitter.

Rasa senang dan bahagia inilah yang menyebabkan kecanduan (adiksi) terhadap narkoba. Pemakainya menjadi tergantung dengan sistem believe (keyakinan) bahwa “saya merasa senang ketika meminum narkoba X”. Pemakaian berulang akan melemahkan syaraf-syaraf otak. Terdapat perbedaan yang mencolok volume dopamin dalam otak pecandu shabu dengan yang bukan pecandu.Volume dopamin pada kawasan otak para pecandu speed atau shabu-shabu, ternyata 24 persen lebih rendah dibanding pada otak bukan pecandu. Dampaknya amat jelas terlihat, dari mundurnya kemampuan memory, kemampuan pengendalian gerak motorik, serta kemampuan berbicara para pecandu shabu . Juga penelitian menggunakan PET menunjukan tingginya metabolisme glukosa di otak pecandu shabu. Hal itu menunjukan, terjadinya peradangan pada bagian otak pecandu meth-amphetamine atau shabu.


Pelemahan ini terjadi karena neuron otak yang biasa berfungsi secara normal ‘dipaksa’ bekerja ekstra ketika mengonsumsi narkoba.  Otak adalah pusat susunan syaraf, yang termasuk pusat untuk mempersepsi, pengambilan keputusan, dan motorik. Syaraf-syaraf yang telah terlemahkan oleh konsumsi narkoba akan mengalami keterlambatan respon hingga kegagalan merespon sesuai kondisi dan situasi lingkungan. Pemakai dan pecandu narkoba bagaikan mengalungkan tali gantungan secara perlahan ke lehernya sendiri. Namun, tak jarang mereka pun ikut menyeret orang-orang disekelilingnya.

Pada pemakai,   gejala fisik  yang tampak adalah antara lain : dilatasi  pupil (pelebaran pupil), hilangnya keseimbangan (metode untuk mengetahuinya dengan cara :" diminta berjalan lurus"), muka kemerahan, hambatan memori (mengeja nama, mengurutkan abjad), atau bicara cadel. Gejala psikologis tampak seperti hilangnya rasa bersalah, inapropriate emotion, mudah tersinggung, merasa benar, merasa paling hebat, atau keberanian yang meluap-luap. Gejala psikologis dapat menetap dalam jangka waktu terntentu sebagi efek samping dari pemakaian.
Gejala psikologis inilah yang semakin membahayakan pemakai narkoba selain berpotensi membunuh dirinya, juga berpotensi mencelakai orang-orang disekitarnya.

 OBAT NARKOBA
Kombinasi Formula Bunga (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  

  •  Formula Bunga 1 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sisitem Saraf Pusat
  •  Formula Bunga 2 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Pineal dan Pituitri dalam otak
  •  Formula Bunga 4 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Hipotalamus dalam otak
  •  Formula Bunga5 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Limbic dalam otak
  •  Formula Bunga 7/8 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Medulla Oblongata pada batang otak
  •  Formula Bunga 9 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sistem Kelenjar Tiroid  pada leher
  •  Formula Bunga10 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Organ Paru untuk pernafasan
  •  Formula Bunga13 adalah obat narkoba yang  bekerja pada Kelenjar Anak Ginjal untuk mengontrol  hormon Adrenalin
  •  Formula Bunga 18 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem sirkulasi darah baik pada pembuluh arteri maupun pembuluh vena
Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan hilang dan apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)

Selasa, 07 Februari 2012

Shabu merusak sistem syaraf otak

Meth-amphetamine, yang di Indonesia disebut shabu-sahu, ice atau speed berdampak merusak otak dalam jangka panjang. Akibatnya fungsi koordinasi dan memory terganggu hebat. Demikian penelitian terbaru para ahli di institut nasional AS untuk kecanduan narkotika-NIDA. Direktur NIDA, Dr.Alan Leshner menyebutkan, penemuan terbaru menunjukan adanya hubungan langsung antara penyalahgunaan meth-amphetamine dengan perubahan perilaku. Narkotika jenis ini bukan hanya ilegal tetapi amat berbahaya. Wajar jika institut nasional AS untuk kecanduan narkotika-NIDA memperingatkan bahaya meth-amphetamine. Sebab kasus penyalahgunaan speed, ice, crystal atau di Indonesia dikenal dengan nama shabu-shabu, terlihat meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Meth-amphetamine mempengaruhi produksi unsur dopamin di dalam otak. Seperti diketahui, dopamin adalah senyawa kimia yang berfungsi mengantarkan pesan di dalam otak. Fungsinya berkaitan erat dengan munculnya perasaan bahagia, pengendalian gerak motorik dan gerak otot. Penelitian menggunakan tomografi emisi positron-PET oleh Dr. Nora Volkow dari laboratorium nasional Brookhaven di New York, menunjukan perbedaan besar antara pecandu dan bukan pecandu meth-amphetamine.

Volume dopamin pada kawasan otak para pecandu speed atau shabu-shabu, ternyata 24 persen lebih rendah dibanding pada otak bukan pecandu. Dampaknya amat jelas terlihat, dari mundurnya kemampuan memory, kemampuan pengendalian gerak motorik, serta kemampuan berbicara para pecandu. Juga penelitian menggunakan PET menunjukan tingginya metabolisme glukosa di otak pecandu. Hal itu menunjukan, terjadinya peradangan pada bagian otak pecandu meth-amphetamine.

Penyalahgunaan meth-amphetamine di kalangan remaja Indonesia, walaupun tidak diketahu angkanya diduga amat tinggi. Dijual dengan nama shabu-shabu, SS, mecin atau ubas, trend pemakainya mirip dengan di AS, yakni di kalangan remaja di bawah 30 tahun. Seperti juga remaja di AS, remaja Indonesia menggunakan shabu-shabu mula-mula hanya coba-coba atau untuk gagah-gagahan, agar diterima di lingkungan tertentu. Setelah itu mereka tidak bisa lepas lagi dari cengkraman bubuk setan itu. Selain itu ada anggapan, bahwa shabu-shabu tidak berbahaya. Atau bahayanya lebih ringan dibanding putauw yakni bubuk heroin kelas rendah, yang banyak menelan korban mati konyol di Indonesia. Memang pengguna sampah heroin yang dikenal sebagai putauw di Indonesia, akan merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya jika terlambat memakai narkotika tsb. Itulah sebabnya di kalangan pecandu heroin atau putauw ada istilah sakit atau sakauw, yaitu rasa sakit akibat ketagihan. Para pengguna narkotika jenis Meth-amphetamine semacam shabu-shabu, memang dilaporkan jarang sakauw ketika tubuhnya memerlukan narkotika tsb. Efek pemakaian narkotika ini, adalah perasaan gembira berlebihan dan seolah tidak pernah kekurangan energi. Meth-amphetamine mempengaruhi langsung sistem saraf pusat, dan pengaruhnya dapat bertahan sampai 24 jam. Setelah pengaruhnya habis, penggunanya bisa tiba-tiba merasa kosong, kehabisan energi dan mengalami depresi berat. Efek eforia dan paranoia yang menyertainya, tidak jarang menyebabkan penggunanya celaka. Banyak yang tidak mampu lagi mengendalikan diri setelah memakai speed, crystal atau shabu-shabu. Pernah dilaporkan seorang pemakai Meth-amphetamine melompat dari kereta api yang sedang melaju cepat, karena tidak bisa lagi membedakan mana kenyataan dan mana fantasi. Selain itu kerusakan otak yang menetap, akibat pemakaian jangka panjang terjadi akibat degenerasi sistem saraf pusat. Akibatnya banyak pecandu yang mengalami penyakit gangguan daya ingat, motorik dan bicara

 OBAT NARKOBA
Kombinasi Formula Bunga (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  




  •  Formula Bunga 1 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sisitem Saraf Pusat
  •  Formula Bunga 2 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Pineal dan Pituitri dalam otak
  •  Formula Bunga 4 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Hipotalamus dalam otak
  •  Formula Bunga5 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Limbic dalam otak
  •  Formula Bunga 7/8 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Medulla Oblongata pada batang otak
  •  Formula Bunga 9 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sistem Kelenjar Tiroid  pada leher
  •  Formula Bunga10 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Organ Paru untuk pernafasan
  •  Formula Bunga13 adalah obat narkoba yang  bekerja pada Kelenjar Anak Ginjal untuk mengontrol  hormon Adrenalin
  •  Formula Bunga 18 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem sirkulasi darah baik pada pembuluh arteri maupun pembuluh vena
Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan hilang dan apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)

Minggu, 18 Desember 2011

Rehabilitasi Pecandu Narkoba

REHABILITASI
Setelah selesai detoksifikasi, penyalahguna NAPZA perlu menjalani
Rehabbilitasi. Kenyataan menunjukkan bahwa mereka yang telah selesai
menjalani detoksifikasi sebagian besar akan mengulangi kebiasaan
menggunakan NAPZA, oleh karena rasa rindu (craving) terhadap NAPZA yang
selalu terjadi.

Dengan Rehabilitasi diharapkan pengguna NAPZA dapat :

  • Mempunyai motivasi untuk tidak menyalahgunakan NAPZA lagi ;
  • Mampu menolak tawaran penyalahgunakan NAPZA;
    Pulih kepercayaan dirinya,hilang rasa rendah dirinya;
  • Mampu mengelola waktu dan berubah perilaku sehari-hari dengan baik;
  • Dapat berkonsentrasi untuk belajar atau bekerja;
  • Dapat diterima dan dapat membawa diri dengan baik dalam pergaulan di
  • lingkungannya.
Beberapa Bentuk Program/Pendekatan Rehabilitasi yang ada,antara lain :
a. Program Antagonis Opiat (Naltrexon)
Setelah detoksifikasi (dilepaskan dari ketergantungan fisik) terhadap opioid
(heroin/putauw/PT) penderita sering mengalami keadaan rindu yang sangat
kuat (craving, kangen,sugesti) terhadap efek heroin.
Antagonis opiat (Naltrexon HCI,) dapat mengurangi kuatnya dan frekuensi
datangnya perasaan rindu itu. Apabila pasien menggunakan opiat lagi,ia
tidak merasakan efek euforiknya sehingga dapat terjadi overdosis. Oleh
karena itu perlu seleksi dan psikoterapi untuk membangun motivasi pasien
yang kuat sebelum memutuskan pemberian antagonis. Antagonis opiat
diberikan dalam dosis tunggal 50 mg sekali sehari secara oral, selama 3- 6
bulan. Karena hepatotoksik (meracuni hati), perlu tes fungsi hati secara berkala.

b. Program Metadon
Metadon adalah opiat sintetik yang bisa dipakai untuk menggantikan heroin
yang dapat diberikan secara oral sehingga mengurangi komplikasi medik.
Program ini masih kontroversial, di Indonesia program ini masih berupa uji
coba
di RSKO

c. Program yang berorientasi psikososial
Program ini menitik beratkan berbagai kegiatannya pada terapi psikologik
(kognitif, perilaku, suportif, asertif, dinamika kelompok, psikoterapi
individu, desensitisasi dan lain-lain) dan keterampilan sosial yang bertujuan
mengembangkan keperibadian dan sikap mental yang dewasa, serta
meningkatkan mutu dan kemampuan komunikasi interpersonal
Berbagai variasi psikoterapi sering digunakan dalam setting rehabilitasi.
Tergantung pada sasaran terapi yang digunakan.
- Psikoterapi yang berorientasi analitik mengambil keberhasilan
mendatangkan insight sebagai parameter keberhasilan.
- Psikoterapi yang menggunakan sasaran pencegahan relaps seperti :
Cognitivi Behaviour Therapy dan Relaps Prevention Training
- Supportive Expressive Psychotherapy
- Psychodrama,art-therapy adalah psikoterapi yang dijalankan secara
individual

d. Therapeutic Community
Berupa program terstruktur yang diikutu oleh mereka yang tinggal dalam sutu tempet. Dipimpin oleh bekas penyalahguna yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai konselor,setelah melalui
pendidikan dan latihan. Tenaga profesional hanya sebagai konsultan
saja. Disini penderita dilatih keterampilan mengelola waktu dan perilakunya
secara efektif serta kehidupannya sehari-hari, sehingga dapat mengatasi
keinginan memakai NAPZA atau sugesti (craving) dan mencegah relap.
Dalam komunitas ini semua ikut aktif dalam proses terapi. Ciri perbedaan
anggota dihilangkan. Mereka bebas menyatakan perasaan dan perilaku
sejauh tidak membahayakan orang lain. Tiap anggota bertanggung jawab
terhadap perbuatannya, ganjaran bagi yang berbuat positif dan hukuman bagi
yang berperilaku negatif diatur oleh mereka sendiri.

e. Program yang berorientasi Sosial
Program ini memusatkan kegiatan pada keterampilan sosial, sehingga
mereka dapat kembali kedalam kehidupan masyarakat yang
normal,termasuk mampu bekerja.

f. Program yang berorientasi kedisiplinan
Program ini menerapkan modifikasi behavioral atau perilaku dengan cara
melatih hidup menurut aturan disiplin yang telah ditetapkan.

g. Program dengan Pendekatan Religi atau Spiritual
Pesantren dan beberapa pendekatan agama lain melakukan trial and error
untuk menyelenggarakan rehabilitasi ketergantungan NAPZA

OBAT NARKOBA
Kombinasi Formula Bunga (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  



  •  Formula Bunga 1 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sisitem Saraf Pusat
  •  Formula Bunga 2 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Pineal dan Pituitri dalam otak
  •  Formula Bunga 4 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Hipotalamus dalam otak
  •  Formula Bunga5 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Limbic dalam otak
  •  Formula Bunga 7/8 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Medulla Oblongata pada batang otak
  •  Formula Bunga 9 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sistem Kelenjar Tiroid  pada leher
  •  Formula Bunga10 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Organ Paru untuk pernafasan
  •  Formula Bunga13 adalah obat narkoba yang  bekerja pada Kelenjar Anak Ginjal untuk mengontrol  hormon Adrenalin
  •  Formula Bunga 18 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem sirkulasi darah baik pada pembuluh arteri maupun pembuluh vena
Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan hilang dan apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)

Minggu, 11 Desember 2011

Terapi Terhadap Over dosis

TERAPI TERHADAP KEADAAN OVER DOSIS
Usahakan agar pernapasan berjalan lancar, dengan cara sebagai berikut :

  • Luruskan dan tengadahkan (ekstenikan) leher  pasien (jika
  • diperlukan dapat diberikan bantalan dibawah bahu)
  • Kendurkan pakaian yang terlalu ketat
  • Hilangkan obstruksi (hambatan) pada saluran napas
  • Bila perlu berikan oksigen

Usahakan agar peredaran darah berjalan lancar
  • Bila jantung berhenti, lakukan masase jantung eksternal, injeksi
    adrenalin 0.1-0.2 cc I.M
  • Bila timbul asidosis (misalnya bibir dan ujung jari
    biru,hiperventilasi) karena sirkulasi darah yang tidak memadai, beri
    infus 50 ml sodium bikarbonas
  • Pasang infus dan berikan cairan (misalnya : RL atau NaC1 0.9 %)
    dengan kecepatan rendah (10-12 tetes per menit) terlebih dahulu sampai
    ada indikasi untuk memberikan cairan. Tambahkan kecepatan sesuai
    kebutuhan,jika didapatkan tanda-tanda kemungkinan dehidrasi.
  • Lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat kemungkinan adanya
    perdarahan atau trauma yang membahayakan
  • Observasi terhadap kemungkinan kejang. Bila timbul kejang berikan
    diazepam 10 mg melalui IV (intravena) atau per-infus dan dapat diulang sesudah
    20 menit jika kejang belum teratasi.
  • Bila ada hipoglikemi (penurunan kadar gula darah), beri 50 ml glukosa 50% IV (Intra Vena)

OBAT NARKOBA
Kombinasi Formula Bunga (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  


  •  Formula Bunga 1 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sisitem Saraf Pusat
  •  Formula Bunga 2 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Pineal dan Pituitri dalam otak
  •  Formula Bunga 4 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Hipotalamus dalam otak
  •  Formula Bunga5 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Limbic dalam otak
  •  Formula Bunga 8 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Medulla Oblongata pada batang otak
  •  Formula Bunga 9 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sistem Kelenjar Tiroid  pada leher
  •  Formula Bunga10 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Organ Paru untuk pernafasan
  •  Formula Bunga13 adalah obat narkoba yang  bekerja pada Kelenjar Anak Ginjal untuk mengontrol  hormon Adrenalin
  •  Formula Bunga 18 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem sirkulasi darah baik pada pembuluh arteri maupun pembuluh vena
Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan hilang dan apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)

Rabu, 07 Desember 2011

Tujuan Terapi dan Rehabilitasi Kecanduan Narkoba

TUJUAN TERAPI DAN REHABILITASI KECANDUAN NARKOBA
1. Abstinensia atau menghentikan sama sekali penggunaan NAPZA. Tujuan ini
tergolong sangat ideal,namun banyak orang tidak mampu atau mempunyai
motivasi untuk mencapai tujuan ini, terutama kalau ia baru menggunakan
NAPZA pada fase-fase awal. Pasien tersebut dapat ditolong dengan
meminimalkan efek-efek yang langsung atau tidak langsung dari NAPZA.
Sebagian pasien memang telah abstinesia terhadap salah satu NAPZA tetapi
kemudian beralih untuk menggunakan jenis NAPZA yang lain.

2. Pengurangan frekuensi dan keparahan relaps
  Sasaran utamanya adalah pencegahan relaps .Bila pasien pernah menggunakan satu kali saja setelah
“clean” maka ia disebut “slip”. Bila ia menyadari kekeliruannya,dan ia
memang telah dibekali ketrampilan untuk mencegah pengulangan
penggunaan kembali, pasien akan tetap mencoba bertahan untuk selalu
abstinensia. Pelatihan relapse prevention programe, Program terapi kognitif,
Opiate antagonist maintenance therapy dengan naltreson merupakan beberapa
alternatif untuk mencegah relaps.

3. Memperbaiki fungsi psikologi dan fungsi adaptasi sosial
Dalam kelompok ini,abstinensia bukan merupakan sasaran utama. Terapi
rumatan (maintence) metadon merupakan pilihan untuk mencapai sasaran
terapi golongan ini.

OBAT NARKOBA
Kombinasi Formula Bunga (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  

  •  Formula Bunga 1 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sisitem Saraf Pusat
  •  Formula Bunga 2 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Pineal dan Pituitri dalam otak
  •  Formula Bunga 4 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Hipotalamus dalam otak
  •  Formula Bunga5 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Limbic dalam otak
  •  Formula Bunga 8 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Medulla Oblongata pada batang otak
  •  Formula Bunga 9 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sistem Kelenjar Tiroid  pada leher
  •  Formula Bunga10 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Organ Paru untuk pernafasan
  •  Formula Bunga13 adalah obat narkoba yang  bekerja pada Kelenjar Anak Ginjal untuk mengontrol  hormon Adrenalin
  •  Formula Bunga 18 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem sirkulasi darah baik pada pembuluh arteri maupun pembuluh vena
Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan hilang dan apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)

Sabtu, 03 Desember 2011

Sabu-Sabu menyebabkan depresi

Faktor neurotransmitter penyebab depresi
Norepinefrin dan serotonin merupakan dua neurotransmitter yang paling berperan dalam patofisiologi gangguan mood.
a) Norepinefrin : hubungan yang dinyatakan oleh penelitian ilmiah dasar antara turunnya regulasi reseptor b-adrenergik dan respon antidepresan secara klinis memungkinkan indikasi peran sistem noradrenergik dalam depresi. Bukti-bukti lainnya yang juga melibatkan presinaptik reseptor adrenergik dalam depresi, sejak reseptor reseptor tersebut diaktifkan mengakibatkan penurunan jumlah norepinefrin yang dilepaskan. Presipnatik reseptor adrenergic juga berlokasi di neuron serotonergik dan mengatur jumlah serotin yang dilepaskan,
b) Serotonin : dengan diketahui banyaknya efek spesifik serotin re uptake inhibator (SSRI), contoh; fluoxetin dalam pengobatan depresi, menjadikan serotonin neurotransmitter biogenik amin yang paling sering dihubungkan dengan depresi.
c) Dopamine: walaupun norepinefrin dan serotonin adalah biogenik amin, Dopamine juga sering berhubungan dengan patofisiologi depresi. Racun Sabu-sabu menyebabkan kadar dopamin mengalami penurunan secara signifikan
d) Faktor neurokimia lainnya : GABA dan neuroaktif peptida (terutama vasopressin dan opiate endogen) telah dilibatkan dalam patofisiologi gangguan mood. 2) Faktor neuroendokrin: Hipothalamus adalah pusat regulasi neuroendokrin dan menerima rangsangan neuronal yang menggunakan neurotransmitter biogenic amin. Bermacam-macam disregulasi endokrin dijumpai pada pasien gangguan mood. 3) Faktor Neuroanatomi: Beberapa peneliti menyatakan hipotesisnya, bahwa gangguan mood melibatkan patologik dan sistem limbik, ganglia basalis dan hypothalamus.

 OBAT NARKOBA

Kombinasi Formula Bunga (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  
  •  Formula Bunga 1 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sisitem Saraf Pusat
  •  Formula Bunga 2 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Pineal dan Pituitri dalam otak
  •  Formula Bunga 4 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Hipotalamus dalam otak
  •  Formula Bunga5 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Limbic dalam otak
  •  Formula Bunga 8 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Medulla Oblongata pada batang otak
  •  Formula Bunga 9 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sistem Kelenjar Tiroid  pada leher
  •  Formula Bunga10 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Organ Paru untuk pernafasan
  •  Formula Bunga13 adalah obat narkoba yang  bekerja pada Kelenjar Anak Ginjal untuk mengontrol  hormon Adrenalin
  •  Formula Bunga 18 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem sirkulasi darah baik pada pembuluh arteri maupun pembuluh vena
Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan hilang dan apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)

Rabu, 30 November 2011

Terapi Intoksifikasi (Keracunan) Narkoba

TERAPI TERHADAP KEADAAN INTOKSIKASI (KERACUNAN)

Intoksikasi opioida :
Beri Naloxone HC 1 0,4 mg IV, IM atau SC dapat pula diulang setelah
2-3 menit sampai 2-3 kali

Intoksikasi kanabis (ganja):
Ajaklah bicara yang menenangkan pasien.
Bila perlu beri : Diazepam 10-30 mg oral atau parenteral, Clobazam
3x10 mg.

Intoksikasi kokain dan amfetamin
Beri Diazepam 10-30 mg oral atau pareteral,atau Klordiazepoksid 10-
25 mg oral atau Clobazam 3x10 mg. Dapat diulang setelah 30 menit
sampai 60 menit.
Untuk mengatasi palpitasi beri propanolol 3x10-40 mg oral

Intoksikasi alkohol :
Mandi air dingin bergantian air hangat
Minum kopi kental
Aktivitas fisik (sit-up,push-up)
Bila belum lama diminum bisa disuruh muntahkan

Intoksikasi sedatif-hipnotif (Misal : Valium,pil BK, MG,Lexo,Rohip):
Melonggarkan pakaian
Membersihkan lendir pada saluran napas
Beri oksigen dan infus garam fisiologis
 OBAT NARKOBA



Kombinasi Formula Bunga (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  
  •  Formula Bunga 1 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sisitem Saraf Pusat
  •  Formula Bunga 2 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Pineal dan Pituitri dalam otak
  •  Formula Bunga 4 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Hipotalamus dalam otak
  •  Formula Bunga5 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Limbic dalam otak
  •  Formula Bunga 8 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Medulla Oblongata pada batang otak
  •  Formula Bunga 9 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sistem Kelenjar Tiroid  pada leher
  •  Formula Bunga10 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Organ Paru untuk pernafasan
  •  Formula Bunga13 adalah obat narkoba yang  bekerja pada Kelenjar Anak Ginjal untuk mengontrol  hormon Adrenalin
  •  Formula Bunga 18 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem sirkulasi darah baik pada pembuluh arteri maupun pembuluh vena
Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan hilang dan apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)