Senin, 31 Januari 2011

Metode Pengobatan Untuk Pecandu Narkoba

Metode Pengobatan Untuk Penyembembuhan Para Pengguna Narkoba

KONSEP menarik ditawarkan Prof. dr. Dadang Hawari, Sp. K.J.(K), untuk penyembuhan para pengguna narkoba. “Berobat dan bertobat. Berobat untuk mematikan racun yang masuk, dibantu bertobat untuk membetulkan mental dan perilaku,” ujarnya, ketika ditemui dalam Simposium Nasional ”Adolescent Health I” di Hotel Hyatt Regency Bandung, Jln. Sumatera, akhir pekan lalu.
Berobat, lanjut Staf Ahli Badan Koordinasi Narkotika Nasional itu, dilakukan dengan bantuan obat-obat narkoba dan terapi kesehatan jiwa. Namun, dia menilai, pengobatan pengguna narkoba saat ini malah salah. “Metadon itu termasuk narkoba juga, jadi sama aja . Obat-obatan yang dipakai ditujukan untuk menekan penyakit akibat mengonsumsi narkoba, di antaranya antipsikotik, antidepresan, dan penghilang rasa sakit. Semuanya nonnarkoba,” ujar pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 16 Juni 1940 itu.Home Formula dapat digunakan sebagai Obat Narkoba yang direkomendasikan untuk pengobatan kecanduan narkoba karena Obat Narkoba (home formula) ini tidak hanya  bekerja pada sistem kelenjar saraf otak tetapi juga pada sistem organ. Obat Narkoba berupa Home Formula (HF) ditemukan oleh Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris dibawah pengawasan institusi Fitobiofisik yang berkantor pusat di Inggris.

Untuk menghilangkan penyakit kambuh akibat mengonsumsi narkoba, Dadang mengimbau agar mengubah pergaulan agar tidak kembali terjerumus. “Kalau gaul sama tukang ikan ikut amis, kalau gabung sama tukang kembang kita ikut wangi tentunya,” ujarnya berseloroh.
Selain itu, pengobatan harus dibarengi dengan bimbingan agama. Perpaduan psikiatri dan agama, menurut Dadang, sudah menjadi tren di dunia. Menurut Dadang, penelitian di Amerika menunjukkan, hampir 80 persen pasien minta bantuan doa dari dokter.Adapaun Obat Narkoba berupa Home Formula Nomor 9 bekerja pada sistem Tiroid untuk membuang zat adiksi/penyebab candu pada batang otak sehingga dapat menghilangkan kecanduan.

Tingginya jumlah pengguna narkoba usia sekolah, menurut Dadang, harus diantisipasi segera dengan memasukkan pendidikan narkoba ke dalam kurikulum pendidikan. “Secara emosional, remaja itu labil dan akhirnya coba-coba karena ditawari teman. Kalau sejak dini dibentengi dengan pengetahuan yang benar, mereka bisa memilah sendiri apa yang terbaik bagi dia dan tubuhnya. Pastinya, kalau tahu akibat negatif dari narkoba, mereka enggak mau merusak badan sendiri,” ujar Dadang. ”Atau, sekalian saja ditetapkan sebagai barang haram sehingga kalau yang mengonsumsinya dipastikan berdosa,” ucap dadang menambahkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar