Tampilkan postingan dengan label dampak shabu-shabu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dampak shabu-shabu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2012

Narkoba berujung kematian hati,fisik,mental dan rohani

Narkotika dan zat adiktif  lainnya seperti shabu-shabu dan inex, semuanya mempunyai konsekuensi yang mengarah pada kematian langsung maupun tidak langsung. Narkoba apapun jenisnya, umumnya memiliki kesamaan yaitu merangsang sekresi/pengeluaran hormon yang menimbulkan  perasaan bahagia yang semu. Hormon bahagia (dopamine, serotonin, endorfin dll) secara umum terlepas secara alamiah sesuai dengan situasi yang dipersepsikan. Dalam pemakaian narkoba, hormon tersebut dipaksa keluar melalui persenyawaan kimiawi atau neurotransmitter.

Rasa senang dan bahagia inilah yang menyebabkan kecanduan (adiksi) terhadap narkoba. Pemakainya menjadi tergantung dengan sistem believe (keyakinan) bahwa “saya merasa senang ketika meminum narkoba X”. Pemakaian berulang akan melemahkan syaraf-syaraf otak. Terdapat perbedaan yang mencolok volume dopamin dalam otak pecandu shabu dengan yang bukan pecandu.Volume dopamin pada kawasan otak para pecandu speed atau shabu-shabu, ternyata 24 persen lebih rendah dibanding pada otak bukan pecandu. Dampaknya amat jelas terlihat, dari mundurnya kemampuan memory, kemampuan pengendalian gerak motorik, serta kemampuan berbicara para pecandu shabu . Juga penelitian menggunakan PET menunjukan tingginya metabolisme glukosa di otak pecandu shabu. Hal itu menunjukan, terjadinya peradangan pada bagian otak pecandu meth-amphetamine atau shabu.


Pelemahan ini terjadi karena neuron otak yang biasa berfungsi secara normal ‘dipaksa’ bekerja ekstra ketika mengonsumsi narkoba.  Otak adalah pusat susunan syaraf, yang termasuk pusat untuk mempersepsi, pengambilan keputusan, dan motorik. Syaraf-syaraf yang telah terlemahkan oleh konsumsi narkoba akan mengalami keterlambatan respon hingga kegagalan merespon sesuai kondisi dan situasi lingkungan. Pemakai dan pecandu narkoba bagaikan mengalungkan tali gantungan secara perlahan ke lehernya sendiri. Namun, tak jarang mereka pun ikut menyeret orang-orang disekelilingnya.

Pada pemakai,   gejala fisik  yang tampak adalah antara lain : dilatasi  pupil (pelebaran pupil), hilangnya keseimbangan (metode untuk mengetahuinya dengan cara :" diminta berjalan lurus"), muka kemerahan, hambatan memori (mengeja nama, mengurutkan abjad), atau bicara cadel. Gejala psikologis tampak seperti hilangnya rasa bersalah, inapropriate emotion, mudah tersinggung, merasa benar, merasa paling hebat, atau keberanian yang meluap-luap. Gejala psikologis dapat menetap dalam jangka waktu terntentu sebagi efek samping dari pemakaian.
Gejala psikologis inilah yang semakin membahayakan pemakai narkoba selain berpotensi membunuh dirinya, juga berpotensi mencelakai orang-orang disekitarnya.

 OBAT NARKOBA

Kombinasi Flower formula berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 12 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  



Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan berkurang secara bertahap dan akan hilang  jika pengobatan diteruskan pada bulan-bulan selanjutnya. Indikasi sembuh total adalah apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik) 

Harga Per Paket Flower Formula untuk menghentikan kecanduan narkoba dan mengobati dampak-dampak negatif narkoba : Rp. 2.700.000.
Hubungi Kami di nomor : 082111-650-244. Whatsapp : 089533-00-33-022.

Selasa, 07 Februari 2012

Shabu merusak sistem syaraf otak

Meth-amphetamine, yang di Indonesia disebut shabu-sahu, ice atau speed berdampak merusak otak dalam jangka panjang. Akibatnya fungsi koordinasi dan memory terganggu hebat. Demikian penelitian terbaru para ahli di institut nasional AS untuk kecanduan narkotika-NIDA. Direktur NIDA, Dr.Alan Leshner menyebutkan, penemuan terbaru menunjukan adanya hubungan langsung antara penyalahgunaan meth-amphetamine dengan perubahan perilaku. Narkotika jenis ini bukan hanya ilegal tetapi amat berbahaya. Wajar jika institut nasional AS untuk kecanduan narkotika-NIDA memperingatkan bahaya meth-amphetamine. Sebab kasus penyalahgunaan speed, ice, crystal atau di Indonesia dikenal dengan nama shabu-shabu, terlihat meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Meth-amphetamine mempengaruhi produksi unsur dopamin di dalam otak. Seperti diketahui, dopamin adalah senyawa kimia yang berfungsi mengantarkan pesan di dalam otak. Fungsinya berkaitan erat dengan munculnya perasaan bahagia, pengendalian gerak motorik dan gerak otot. Penelitian menggunakan tomografi emisi positron-PET oleh Dr. Nora Volkow dari laboratorium nasional Brookhaven di New York, menunjukan perbedaan besar antara pecandu dan bukan pecandu meth-amphetamine.

Volume dopamin pada kawasan otak para pecandu speed atau shabu-shabu, ternyata 24 persen lebih rendah dibanding pada otak bukan pecandu. Dampaknya amat jelas terlihat, dari mundurnya kemampuan memory, kemampuan pengendalian gerak motorik, serta kemampuan berbicara para pecandu. Juga penelitian menggunakan PET menunjukan tingginya metabolisme glukosa di otak pecandu. Hal itu menunjukan, terjadinya peradangan pada bagian otak pecandu meth-amphetamine.

Penyalahgunaan meth-amphetamine di kalangan remaja Indonesia, walaupun tidak diketahu angkanya diduga amat tinggi. Dijual dengan nama shabu-shabu, SS, mecin atau ubas, trend pemakainya mirip dengan di AS, yakni di kalangan remaja di bawah 30 tahun. Seperti juga remaja di AS, remaja Indonesia menggunakan shabu-shabu mula-mula hanya coba-coba atau untuk gagah-gagahan, agar diterima di lingkungan tertentu. Setelah itu mereka tidak bisa lepas lagi dari cengkraman bubuk setan itu. Selain itu ada anggapan, bahwa shabu-shabu tidak berbahaya. Atau bahayanya lebih ringan dibanding putauw yakni bubuk heroin kelas rendah, yang banyak menelan korban mati konyol di Indonesia. Memang pengguna sampah heroin yang dikenal sebagai putauw di Indonesia, akan merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya jika terlambat memakai narkotika tsb. Itulah sebabnya di kalangan pecandu heroin atau putauw ada istilah sakit atau sakauw, yaitu rasa sakit akibat ketagihan. Para pengguna narkotika jenis Meth-amphetamine semacam shabu-shabu, memang dilaporkan jarang sakauw ketika tubuhnya memerlukan narkotika tsb. Efek pemakaian narkotika ini, adalah perasaan gembira berlebihan dan seolah tidak pernah kekurangan energi. Meth-amphetamine mempengaruhi langsung sistem saraf pusat, dan pengaruhnya dapat bertahan sampai 24 jam. Setelah pengaruhnya habis, penggunanya bisa tiba-tiba merasa kosong, kehabisan energi dan mengalami depresi berat. Efek eforia dan paranoia yang menyertainya, tidak jarang menyebabkan penggunanya celaka. Banyak yang tidak mampu lagi mengendalikan diri setelah memakai speed, crystal atau shabu-shabu. Pernah dilaporkan seorang pemakai Meth-amphetamine melompat dari kereta api yang sedang melaju cepat, karena tidak bisa lagi membedakan mana kenyataan dan mana fantasi. Selain itu kerusakan otak yang menetap, akibat pemakaian jangka panjang terjadi akibat degenerasi sistem saraf pusat. Akibatnya banyak pecandu yang mengalami penyakit gangguan daya ingat, motorik dan bicara

 OBAT NARKOBA
Kombinasi Flower Formula berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 12  bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  


Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan berkurang secara bertahap dan akan  hilang dan apabila pengobatan dilanjutkan di bualan-bulan selanjutnya.Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)

Sabtu, 03 Desember 2011

Sabu-Sabu menyebabkan depresi

Faktor neurotransmitter penyebab depresi
Norepinefrin dan serotonin merupakan dua neurotransmitter yang paling berperan dalam patofisiologi gangguan mood.
a) Norepinefrin : hubungan yang dinyatakan oleh penelitian ilmiah dasar antara turunnya regulasi reseptor b-adrenergik dan respon antidepresan secara klinis memungkinkan indikasi peran sistem noradrenergik dalam depresi. Bukti-bukti lainnya yang juga melibatkan presinaptik reseptor adrenergik dalam depresi, sejak reseptor reseptor tersebut diaktifkan mengakibatkan penurunan jumlah norepinefrin yang dilepaskan. Presipnatik reseptor adrenergic juga berlokasi di neuron serotonergik dan mengatur jumlah serotin yang dilepaskan,
b) Serotonin : dengan diketahui banyaknya efek spesifik serotin re uptake inhibator (SSRI), contoh; fluoxetin dalam pengobatan depresi, menjadikan serotonin neurotransmitter biogenik amin yang paling sering dihubungkan dengan depresi.
c) Dopamine: walaupun norepinefrin dan serotonin adalah biogenik amin, Dopamine juga sering berhubungan dengan patofisiologi depresi. Racun Sabu-sabu menyebabkan kadar dopamin mengalami penurunan secara signifikan
d) Faktor neurokimia lainnya : GABA dan neuroaktif peptida (terutama vasopressin dan opiate endogen) telah dilibatkan dalam patofisiologi gangguan mood. 2) Faktor neuroendokrin: Hipothalamus adalah pusat regulasi neuroendokrin dan menerima rangsangan neuronal yang menggunakan neurotransmitter biogenic amin. Bermacam-macam disregulasi endokrin dijumpai pada pasien gangguan mood. 3) Faktor Neuroanatomi: Beberapa peneliti menyatakan hipotesisnya, bahwa gangguan mood melibatkan patologik dan sistem limbik, ganglia basalis dan hypothalamus.

 OBAT NARKOBA

Kombinasi Flower Formula berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 12 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  

Jumat, 25 November 2011

Dampak Shabu-Shabu

Meth-amphetamine, yang di Indonesia disebut shabu-sahu, ice atau speed berdampak merusak otak dalam jangka panjang. Akibatnya fungsi koordinasi dan memory terganggu hebat. Demikian penelitian terbaru para ahli di institut nasional AS untuk kecanduan narkotika-NIDA. Direktur NIDA, Dr.Alan Leshner menyebutkan, penemuan terbaru menunjukan adanya hubungan langsung antara penyalahgunaan meth-amphetamine dengan perubahan perilaku. Narkotika jenis ini bukan hanya ilegal tetapi amat berbahaya. Wajar jika institut nasional AS untuk kecanduan narkotika-NIDA memperingatkan bahaya meth-amphetamine. Sebab kasus penyalahgunaan speed, ice, crystal atau di Indonesia dikenal dengan nama shabu-shabu, terlihat meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah jajak pendapat di AS yang dilakukan antara bulan Maret sampai April 2000, menunjukan kecenderungan para pemakai speed atau shabu-shabu ini semakin muda usianya. Sekitar 78 persen pecandu shabu-shabu di AS adalah generasi muda berumur di bawah 30 tahun. Yang mengkhawatirkan, pecandu shabu-shabu yang berusia di bawah 18 tahun, jumlahnya mencapai sekitar 25 persen dari keseluruhan populasi pecandu. Tentu saja dikaitkan dengan hasil penelitian terbaru, kecenderungan ini amatlah merisaukan. Sebab kerusakan otak akibat pemakaian meth-amphetamine amat sulit disembuhkan dan bersifat menetap dalam jangka panjang.

Meth-amphetamine (shabu-shabu) mempengaruhi produksi unsur dopamin di dalam otak. Seperti diketahui, dopamin adalah senyawa kimia yang berfungsi mengantarkan pesan di dalam otak. Fungsinya berkaitan erat dengan munculnya perasaan bahagia, pengendalian gerak motorik dan gerak otot. Penelitian menggunakan tomografi emisi positron-PET oleh Dr. Nora Volkow dari laboratorium nasional Brookhaven di New York, menunjukan perbedaan besar antara pecandu dan bukan pecandu meth-amphetamine.

Volume dopamin pada kawasan otak para pecandu speed atau shabu-shabu, ternyata 24 persen lebih rendah dibanding pada otak bukan pecandu. Dampaknya amat jelas terlihat, dari mundurnya kemampuan memori, kemampuan pengendalian gerak motorik, serta kemampuan berbicara para pecandu. Juga penelitian menggunakan PET menunjukan tingginya metabolisme glukosa di otak pecandu. Hal itu menunjukan, terjadinya peradangan pada bagian otak pecandu meth-amphetamine.

Penyalahgunaan meth-amphetamine di kalangan remaja Indonesia, walaupun tidak diketahu angkanya diduga amat tinggi. Dijual dengan nama shabu-shabu, SS, mecin atau ubas, trend pemakainya mirip dengan di AS, yakni di kalangan remaja di bawah 30 tahun. Seperti juga remaja di AS, remaja Indonesia menggunakan shabu-shabu mula-mula hanya coba-coba atau untuk gagah-gagahan, agar diterima di lingkungan tertentu. Setelah itu mereka tidak bisa lepas lagi dari cengkraman bubuk setan itu. Selain itu ada anggapan, bahwa shabu-shabu tidak berbahaya. Atau bahayanya lebih ringan dibanding putauw yakni bubuk heroin kelas rendah, yang banyak menelan korban mati konyol di Indonesia. Memang pengguna sampah heroin yang dikenal sebagai putauw di Indonesia, akan merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya jika terlambat memakai narkotika tsb. Itulah sebabnya di kalangan pecandu heroin atau putauw ada istilah sakit atau sakauw, yaitu rasa sakit akibat ketagihan. Para pengguna narkotika jenis Meth-amphetamine semacam shabu-shabu, memang dilaporkan jarang sakauw ketika tubuhnya memerlukan narkotika tsb. Efek pemakaian narkotika ini, adalah perasaan gembira berlebihan dan seolah tidak pernah kekurangan energi. Meth-amphetamine mempengaruhi langsung sistem saraf pusat, dan pengaruhnya dapat bertahan sampai 24 jam. Setelah pengaruhnya habis, penggunanya bisa tiba-tiba merasa kosong, kehabisan energi dan mengalami depresi berat. Efek eforia dan paranoia yang menyertainya, tidak jarang menyebabkan penggunanya celaka. Banyak yang tidak mampu lagi mengendalikan diri setelah memakai speed, crystal atau shabu-shabu. Pernah dilaporkan seorang pemakai Meth-amphetamine melompat dari kereta api yang sedang melaju cepat, karena tidak bisa lagi membedakan mana kenyataan dan mana fantasi. Selain itu kerusakan otak yang menetap, akibat pemakaian jangka panjang terjadi akibat degenerasi sistem saraf pusat. Akibatnya banyak pecandu yang mengalami penyakit gangguan daya ingat, motorik dan bicara.Kerusakan otak akibat Meth - ampethamine

 OBAT NARKOBA


Kombinasi Flower Formula berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 12 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  
Catatan Penting :

Obat ini dapat digunakan tanpa sepengetahuan pecandu/pemakai dengan cara memasukkan tiap-tiap tablet dari masing-masing botol ke dalam air minum si pecandu/pemakai narkoba seperti air putih,susu,teh, kopi dan lain-lain lalu biarkan tablet-tablet tersebut selama minimal satu menit dalam air minum tersebut (Tujuannya  : agar energi saripati bunga terserap sempurna ke dalam air minum tersebut) , kemudian buang tablet-tablet tersebut dengan sendok plastik (tablet-tablet yang sudah dimasukkan ke dalam air selama minimal satu menit dan dibuang tidak lagi mengandung energi karena energinya telah terserap ke dalam air). Minuman yang telah mengandung energi saripati bunga tersebut boleh langsung diminum oleh si pecandu atau boleh juga disimpan terlebih dahulu ke dalam tempat-tempat yang jauh dari elektronik aktif (jangan simpan dalam kulkas karena ada aliran listrik)

Senin, 14 November 2011

Akibat Shabu-shabu dan Obat Narkoba

Sakauw Shabu-shabu :
Gelisah, tidak bisa berpikir, tidak bisa bekerja, tidak bisa tenang, cepat lelah, mudah marah, tidak bisa beraktivitas dengan baik, tidak ada semangat, depresi berat, rasa lelah berlebihan, gangguan tidur, mimpi buruk.
Habis pakai shabu-shabu:
Mata seperti  bendul, terlihat garis hitam, badan terasa panas terbakar, sehingga minum terus menerus, dan kemana-mana selalu membawa botol air. Kuat tidak makan dan tidak tidur sampai ber-hari-hari, bicara terus tapi suaranya tidak jelas.Bersemangat, gariah seks meningkat, paranoid, tidak bisa diam/tenang, selalu ingin menambah terus, tidak bisa makan, tidak bisa tidur
Pernah dicoba betapa ganasnya kristal ini, ambil daging mentah dan taruh kristal ini diatasnya dan kristal ini bisa menembus masuk kedalam daging ini, bayangkan kristal seperti ini dimasukkan kedalam tubuh.
Akibat :
Merusak organ-organ tubuh terutama otak, dan syaraf yang mengatur pernafasan,, otak suah dipakai berpikir dan konsentrasi,paranoid, jet lag dan tidak mau makan.Rasa gembira / euforia, Rasa harga diri meningkat, banyak bicara, kewaspadaan meningkat, denyut jantung cepat, pupil mata melebar, tekanan darah meningkat, berkeringat/rasa dingin, mual/muntah, (Dalam waktu 1 jam setelah konsumsi pemakai akan gelisah),delirium/kesadaran berubah (pemakai baru, lama, dosis tinggi), perasaan dikejar-kejar, perasaan dibicarakan orang, agresif dan sifat bermusuhan, rasa gelisah, tak bisa diam, (Dalam waktu 24 jam).Gangguan irama detak jantung,  hiperpireksia atau syok pada pembuluh darah jantung yang berakibat meninggal
Intisari :
Tahun 1990-an, Indonesia diserbu obat-obatan berbahan dasar amphetamine seperti ekstasi dan shabu. Dalam dunia kedokteran, amphetamine dipakai sebagai obat perangsang. Salah satunya untuk mengatasi depresi ringan. Akibat penyalahgunaan, ekstasi yang berbahan dasar MDMA (Methylenedioxymethamphetamine) dan shabu dipakai untuk memperoleh rasa gembira dan tidak mengenal lelah. Dan untuk mempertahankan kondisi ini, pemakai akan menambah dosis hingga tanpa disadari sudah melampau batas. Bahayanya, tidak ada yang bisa memastikan apa sisa kandungan obat-obatan tersebut selain amphetamine. Begitu pula risiko atau efek samping apa yang bakal menghadang. Ekstasi dan shabu merangsang sistem saraf pusat (otak) hingga pemakainya tampak tak kehabisan enerji. Jika sedang “on” memang akan terasa enak tapi sesudahnya badan akan terasa letih, depresi berat, lesu, dan yang paling parah ingin mencelakakan diri sendiri dan bunuh diri. Gejala fisik lainnya, pupil akan melebar, tekananan darah meninggi, berkeringat tapi merasa kedinginan, mual atau muntah, dan kesadaran menurun.

OBAT NARKOBA
Kombinasi Flower Formula berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  

Selasa, 25 Oktober 2011

Kerusakan Akibat Shabu-shabu

Guru Besar Psikiatri UI, Prof. Dr. Dadang Hawari,  menyebutkan bahwa dunia kedokteran sangat jarang menggunakan shabu-shabu dalam terapinya. Di apotik, benda tersebut berbentuk cair dan tablet (ekstasi). Oleh mafia narkoba, cairan methamphetamin tersebut dikemas dalam bentuk kristal seperti gula batu atau tawas.

''Kristal shabu ini dipecah terlebih dahulu sebelum digunakan. Benda itu
diisap dengan
menggunakan peralatan khusus seperti alat hisap (bong), trek gulungan kertas
aluminium
dipanasi lewat kompor kecil dengan nyala api sangat kecil,'' ujar Prof.Dr. Dadang Hawari

Asap shabu-shabu setelah diisap secara otomatis akan dapat membuat mata menjadi lebih terang, jantung berdebar lebih kencang, badan terus ingin bergerak dan mulut aktif berbicara serta rasa percaya diri pengguna akan bertambah.

Namun, di lain pihak methamphetamin itu secara psikogis dan psikiatris
sangat merusak jiwa pemakainya. Pengguna akan sangat sensitif, menjadi paranoid, mudah tersinggung dan mengalami bayang-bayang trauma masa lampau yang buruk. Ia akan mudah marah, menangis, menjerit dan kejang-kejang karena pembuluh darah ke otak mengalami penyempitan sementara kadar adrenalin terus meningkat.

Setelah dikonsumsi, asap shabu-shabu itu melekat di otak. Di dalam otak,
asap diubah menjadi zat adiktif dan melekat di tempat tertentu di jaringan saraf otak sebagai reseptor atau penerima opiat.

Otak terdiri dari banyak bagian yang mempunyai fungsi masing-masing. Suatu bagian otak dikenal dengan sistem reward atau sistem imbalan. Sistem ini terdiri dari ventral tegmental area, inti akumbens dan korteks prefrontal. Bagian-bagian tersebut dihubungkan dengan serabut saraf.

Sistem reward untuk menumbuhkan rasa nikmat setelah melakukan kegiatan
alamiah, misalnya
makan, minum, hubungan seks dan berinteraksi. Bila kebutuhan ini terpenuhi
maka suatu impuls
dikirim ke sistem reward. Sistem tersebut akan melepaskan suatu subtansi
kimia yang disebut
dengan endorphin, yang menciptakan suatu perasaan nikmat atau puas.

Karena asap shabu-shabu melekat pada sistem reward, maka kadar subtansi
kimia yang
disebut dapamine meningkat. Hal ini menimbulkan berbagai sensasi atau rasa
yang mirip dengan
peningkatan kadar endorphin.

Hal ini dirasakan sebagai rasa hangat di badan, nikmat atau rush yang mirip
dengan orgasme
seksual.

''Setelah menghisap shabu akan timbul euphoria dalam diri pemakai. Biasanya
pengguna
kehilangan nafsu makan. Yang diinginkan hanya air karena keringat keluar
terus akibat suhu
badan naik,'' papar dia.

Pengguna shabu-shabu biasanya memiliki postur tubuh kurus karena tidak
mengonsumsi
makanan atau tidak ada energi yang masuk ke dalam tubuh. Dalam jangka
panjang, berat badan
naik turun tidak teratur dan daya tahan kekebalan tubuh terhadap penyakit
menurun.

Penyakit mudah menjangkiti pengguna setelah jangka waktu tertetu. Misalnya
hepatitis B dan
kerusakan hati, hepatitis C dan kerusakan hati, luka pembuluh darah, infeksi
lapisan jantung dan
otot jantung, infeksi paru, ginjal dan infeksi tulang atau nadi.

Melihat dampak tersebut shabu-shabu dapat dikatakan sebagai sorga berujung
neraka.

OBAT NARKOBA
Kombinasi Flower Formula  berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 12 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  

Minggu, 23 Oktober 2011

Akibat Shabu-shabu

Shabu-shabu :
Bubuk kristal ini sangat berbahaya karena langsung merusak otak terutama otak yang mengendalikan pernafasan, suatu saat pecandu akan mengeluh sakit asma(sesak nafas) dan lama kelamaan jika tetap memakai shabu-shabu, akan meninggal begitu saja karena kehabisan nafas, karena syaraf otak yang mengendalikan pernafasan sudah tidak berfungsi, dan tidak ada lagi instruksi untuk bernafas.   Kristal ini dipakai dengan cara dibakar lalu dihisap dengan alat khusus yang disebut Bong, dengan mediator air. Tetapi , didalam tubuh kristal ini mengkristal kembali, sehingga paru-paru bisa berubah menjadi  mengeras seperti batu sehingga umumnya keluhan pemakai shabu-shabu adalah sesak nafas.

Sakauw Shabu-shabu :
Gelisah, tidak bisa berpikir, tidak bisa bekerja, tidak bisa tenang, cepat lelah, mudah marah, tidak bisa beraktivitas dengan baik, tidak ada semangat, depresi berat, rasa lelah berlebihan, gangguan tidur, mimpi buruk.

Reaksi Selepas konsumsi shabu-shabu:
Mata seperti  bendul, terlihat garis hitam, badan terasa panas terbakar, sehingga minum terus menerus, dan kemana-mana selalu membawa botol air. Kuat tidak makan dan tidak tidur sampai ber-hari-hari, bicara terus tapi suaranya tidak jelas.Bersemangat, gariah seks meningkat, paranoid, tidak bisa diam/tenang, selalu ingin menambah terus, tidak bisa makan, tidak bisa tidur
Pernah dicoba betapa ganasnya kristal ini, ambil daging mentah dan taruh kristal ini diatasnya dan kristal ini bisa menembus masuk kedalam daging ini, bayangkan kristal seperti ini dimasukkan kedalam tubuh.

AkibatBuruk/negatif dari sabu-sabu
Merusak organ-organ tubuh terutama otak, dan syaraf yang mengatur pernafasan,, otak suah dipakai berpikir dan konsentrasi,paranoid, jet lag dan tidak mau makan.Rasa gembira / euforia, Rasa harga diri meningkat, banyak bicara, kewaspadaan meningkat, denyut jantung cepat, pupil mata melebar, tekanan darah meningkat, berkeringat/rasa dingin, mual/muntah, (Dalam waktu 1 jam setelah konsumsi pemakai akan gelisah),delirium/kesadaran berubah (pemakai baru, lama, dosis tinggi), perasaan dikejar-kejar, perasaan dibicarakan orang, agresif dan sifat bermusuhan, rasa gelisah, tak bisa diam, (Dalam waktu 24 jam).Gangguan irama detak jantung,  hiperpireksia atau syok pada pembuluh darah jantung yang berakibat meninggal

Intisari :
Tahun 1990-an, Indonesia diserbu obat-obatan berbahan dasar amphetamine seperti ekstasi dan shabu. Dalam dunia kedokteran, amphetamine dipakai sebagai obat perangsang. Salah satunya untuk mengatasi depresi ringan. Akibat penyalahgunaan, ekstasi yang berbahan dasar MDMA (Methylenedioxymethamphetamine) dan shabu dipakai untuk memperoleh rasa gembira dan tidak mengenal lelah. Dan untuk mempertahankan kondisi ini, pemakai akan menambah dosis hingga tanpa disadari sudah melampau batas. Bahayanya, tidak ada yang bisa memastikan apa sisa kandungan obat-obatan tersebut selain amphetamine. Begitu pula risiko atau efek samping apa yang bakal menghadang. Ekstasi dan shabu merangsang sistem saraf pusat (otak) hingga pemakainya tampak tak kehabisan enerji. Jika sedang “on” memang akan terasa enak tapi sesudahnya badan akan terasa letih, depresi berat, lesu, dan yang paling parah ingin mencelakakan diri sendiri dan bunuh diri. Gejala fisik lainnya, pupil akan melebar, tekananan darah meninggi, berkeringat tapi merasa kedinginan, mual atau muntah, dan kesadaran menurun.

OBAT NARKOBA
Kombinasi Flower Formula  berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 12 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  

Kamis, 20 Oktober 2011

Obat Narkoba

Efek pemakaian shabu adalah perasaan gembira berlebihan dan seolah – olah tidak pernah kekurangan energy. Shabu mempengaruhi langsung system saraf pusat, dan pengaruhnya dapat bertahan sampai 24 jam. Setelah pengaruhnya habis,penggunanya bisa tiba – tiba merasa kosong,kehabisan energi,dan mengalami depresi berat.

Selain itu, efek eforia ( Perasaan gembira berlebih ) dan paranoia ( suka berkhayal ) yang menyertainya tidak jarang menyebabkan penggunanya celaka. Banyak yang tidak mampu lagi mengendalikan diri setelah mamakai shabu. Kerusakan otak yang menetap akibat pemakaian jangka panjang, terjadi akibat degenerasi system saraf pusat. Akibatnya banyak pecandu yang mengalami penyakit gangguan daya ingat ,motorik,dan bicara. 


Kombinasi Flower Formula  berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama 12  bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  

Senin, 17 Oktober 2011

Dampak Kokain/Shabu-shabu

KOKAIN (SHABU-SHABU)

Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan. Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.Efek yang ditimbulkan:
  • Menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa makan, paranoid, lever terganggu.
  • Shabu-shabu mengakibatkan efek yang sangat kuat pada system syaraf .Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus menerus dapat merusakan otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian.
  • Shabu-shabu sangat berbahaya karena prilaku yang menjurus pada kekerasan merupakan efek langsung dari penggunannya. Bahkan sering menyebabkan impoten.
  • Berat badan menyusut, kejang-kejang, halusinasi, paranoid, kerusakan usus ginjal.
Gejala pecandu yang putus obat:
Kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium ).
Nama lain dari kokain adalah snow, coke, girl, lady dan crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat)

Kombinasi Formula Bunga (HF) berperan sebagai Obat Narkoba untuk pengobatan kecanduan narkoba. Obat Narkoba ini tidak hanya bekerja untuk mengobati sistem kelenjar syaraf namun obat narkoba ini juga bekerja untuk mengobati organ tubuh. Obat Narkoba ini merupakan hasil penemuan Prof.Dr.Diana Mossop dari Inggris. Obat Narkoba ini sebaiknya digunakan selama minimal 3 bulan pengobatan untuk pemulihan sistem syaraf dan organ tubuh. Pada bulan pertama dan kedua, Obat Narkoba ini bekerja dengan mengeluarkan racun-racun yang mengendap pada batang otak dan organ ; pada bulan ketiga dan keempat, Obat Narkoba ini bekerja dengan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.  
  •  Formula Bunga 1 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sisitem Saraf Pusat
  •  Formula Bunga 2 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Pineal dan Pituitri dalam otak
  •  Formula Bunga 4 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Hipotalamus dalam otak
  •  Formula Bunga5 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem kelenjar Limbic dalam otak
  •  Formula Bunga 8 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Medulla Oblongata pada batang otak
  •  Formula Bunga 9 adalah obat narkoba yang  bekerja pada sistem Kelenjar Tiroid  pada leher
  •  Formula Bunga10 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem Organ Paru untuk pernafasan
  •  Formula Bunga13 adalah obat narkoba yang  bekerja pada Kelenjar Anak Ginjal untuk mengontrol  hormon Adrenalin
  •  Formula Bunga 18 adalah obat narkoba yang bekerja pada sistem sirkulasi darah baik pada pembuluh arteri maupun pembuluh vena
 
Reaksi setelah konsumsi Formula Bunga :
  • Pada bulan pertama (Minggu ke-1 sd Minggu ke-5) : Racun-racun narkoba yang terdapat pada batang otak dan kelenjar syaraf akan dibersihkan dan dinetralisir untuk menghilangkan efek adiksi/kecanduan
  • Pada bulan kedua (Minggu ke-5 sd Minggu ke-10)   :  Racun-racun narkoba yang terdapat dalam organ tubuh seperti jantung, paru, lambung,liver/hati, limpa dan usus halus akan dibuang dan dinetralisir untuk memperbaiki fungsi fisiologis tubuh.
  • Pada bulan ketiga dan keempat (Minggu ke-10 sd Minggu ke-15)   :  Formula bunga melakukan pemulihan sel-sel syaraf, kelenjar-kelenjar tubuh seperti pineal,pituity, hipotalamus, dan organ tubuh. Biasanya setelah bulan ketiga, kecanduan akan hilang dan apabila si pasien tersebut hendak mengkonsumsi lagi/mencoba-coba lagi narkoba, tubuh akan melakukan penolakan/perlawanan seperti mual, muntah dan pusing.